Gastritis atau yang sering disebut penyakit maag merupakan peradangan akibat produksi asam lambung berlebih yang biasanya terjadi pada mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap kejadian gastritis pada mahasiswa farmasi tingkat akhir di Kampus X Kota Jambi tahun 2025. Gaya hidup yang diteliti meliputi frekuensi makanan alami, makanan olahan, pola tidur, dan tingkat stres. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online, yaitu Frekuensi makanan, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21), dengan jumlah responden sebanyak 95 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi makanan olahan, pola tidur, dan tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian gastritis (p<0,05), sedangkan frekuensi makanan alami tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini pada gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan olahan berlebih, tidur tidak teratur, dan tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko gastritis pada mahasiswa.
Copyrights © 2025