Artikel ini secara terperinci membahas tentang seberapa jauh minat generasi muda saat ini dalam membaca alkitab cetak yang sudah bertahun-tahun diwariskan oleh bapak-bapak gereja pertama sampai dengan saat ini. Pada era dimana segala sesuatu seraba cepat dan seperti di kejar-kejar seolah tidak ada jedah membuat era digitalisasi berkembang dengan sangat pesat untuk mendapat hasil segera. Sangat disayangkan hal ini merambah juga sampai pada kehidupan kerohanian umat kristen khususnya dalam membaca alkitab. Pada era digitalisasi ini, alkitab sudah sangat mudah untuk di akses dengan menggunakan handphone atau gadget bahkan dari berbagai terjemahan, sehingga sangat jarang kita melihat orang Kristen, saat ke gereja terutama generasi muda membawa alkitab cetak saat kebaktian minggu. Lalu pertanyaannya apakah dengan mudahnya mengakses alkitab ini sejalan dengan meningkatnya minat baca alkitab dari generasi muda saat ini ? atau sebaliknya malah menurunkan minat baca alkitab itu sendiri karena tanpa perlu membeli alkitab cetak mereka sudah bisa baca alkitab dengan mengunduhnya (down load) saja secara online. Apakah membaca alkitab hanya saat kebaktian hari minggu saja ? hanya ayat utama di kebaktian minggu ? atau hanya seminggu sekali ? apakah dengan frequensi baca alkitab yang sangat jarang tersebut menjadikan alkitab memberi dalam kehidupan anak-anak muda Kristen di era digitalisasi saat ini ? mau dikemanakan apa yang di sampaikan kitab Yosua untuk merenungkan firman Tuhan setiap hari (Yosua 1:8). Fenomena inilah yang ingin diutarakan oleh penulis dalam tulisan ini yaitu mengukur minat baca alkitab cetak dari generasi muda di era digitalisasi ini dan menyimpulkannya di akhir tulisan jurnal ini.
Copyrights © 2025