Pendidikan masa kini semakin menekankan pentingnya pembelajaran yang berbasis teknologi dan berpusat pada siswa. Guru Bahasa Indonesia turut beradaptasi dengan pendekatan ini, termasuk dalam pembelajaran seni drama yang menuntut partisipasi aktif dan kreativitas siswa. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yaitu pendekatan yang mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Artikel ini membahas bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat mengoptimalkan potensi kreatif siswa dalam konteks pementasan drama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas XI SMA Negeri Balung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa diberikan pilihan dalam menentukan peran serta media berekspresi, mereka menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu menghasilkan karya drama yang lebih orisinal dan inovatif. Pemberian ruang untuk berekspresi sesuai minat terbukti meningkatkan keterlibatan dan kualitas hasil karya siswa. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, tetapi juga efektif dalam mendorong kreativitas siswa dalam bidang seni pertunjukan, khususnya drama.
Copyrights © 2025