Proses identifikasi dalam ilmu forensik dilakukan melalui berbagai metode, antara lain sidik jari, analisis gigi, maupun pemeriksaan DNA. Bercak darah merupakan salah satu bukti fisik suatu tindak pidana, yang sering ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan dapat digunakan untuk membantu mengungkap kejahatan secara ilmiah. Bercak ini dapat ditemukan di berbagai macam media di antaranya pada kain, kaca, besi, kayu, dan tembok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lama penyimpanan bercak darah terhadap kualitas DNA pada media kayu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian eksperimental dengan kontrol. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 18 bercak darah yang diletakkan di atas kayu pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Analisis DNA dilakukan dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pada lokus TH01 dan D18S51. Hasil penelitian kemurnian DNA menunjukkan kualitas DNA dengan rentang kemurnian sebesar 1.69-1.78 μl/ml yang artinya memenuhi syarat dari kemurnian DNA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bercak darah yang disimpan selama 20 hari pada media kayu memiliki kualitas yang stabil serta memenuhi standar kemurnian untuk analisis forensik.
Copyrights © 2025