Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peranan yang krusial dalam pembentukan karakter bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai religius serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global. Namun di era disrupsi, inti keilmuan PAI menghadapi berbagai tantangan signifikan akibat transformasi sosial dan teknologi yang berlangsung dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi teoritis dari prinsip-prinsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam konteks PAI, serta merumuskan kerangka konseptual yang dapat mengatasi tantangan pendidikan Islam di zaman digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap beragam sumber literatur akademik, kebijakan pendidikan, dan penelitian sebelumnya untuk memahami bagaimana inti keilmuan PAI dapat direkonstruksi agar tetap relevan dalam menghadapi era disrupsi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa reformulasi inti keilmuan PAI perlu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi. Ontologi PAI harus memperhatikan keseimbangan antara iman dan ilmu, epistemologi PAI harus bersifat adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan aksiologi PAI harus menanamkan nilai-nilai moderasi dan keberagaman dalam proses pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih integratif dan kontekstual.
Copyrights © 2025