Usaha mikro kuliner, khususnya warung bakso, memiliki peran penting dalam perekonomian lokal di Kecamatan Telanaipura, Jambi. Namun, banyak dari mereka menghadapi masalah inkonsistensi kualitas produk dan manajemen internal yang kurang terstruktur akibat ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi 30 pengusaha warung bakso dalam menyusun dan mengimplementasikan SOP guna meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan karyawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui lokakarya, diskusi kelompok, dan pendampingan intensif. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa seluruh mitra berhasil menyusun dua jenis SOP, yaitu SOP produksi dan SOP pengelolaan karyawan. Implementasi SOP tersebut terbukti mampu menciptakan konsistensi rasa, meningkatkan efisiensi waktu produksi, dan memperbaiki komunikasi antar karyawan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah SOP merupakan alat vital bagi UMKM untuk mencapai standarisasi dan keberlanjutan usaha. Saran yang diberikan adalah agar mitra terus menerapkan dan memperbarui SOP secara berkala, serta mendorong penelitian lanjutan mengenai dampak finansial jangka panjang dari implementasi SOP.
Copyrights © 2025