Marilah sejenak kita kembali menengok sejarah pendidikan kita; tentang pengalaman pahit yang pernah dijalani lembaga pendidikan tinggi kependidikan âIKIP dan FKIP-- dalam kaitannya dengan Sipenmaru, Seleksi Penerimaan mahasiswa baru. Untuk mencoba mengambil hikmahnya.          Pengalaman yang benar-benar pahit dan memprihatinkan yang pernah dialami oleh lembaga pendidikan tinggi kependidikan di negara kita adalah terjadinya "misteri kursi kosong" dalam Sipenmaru. Hal ini pertama kali terjadi pada Sipenmaru tahun 1985.          Ujian tulis Sipenmaru 1985 diikuti oleh 512.050 calon untuk memperebutkan 71,.280 kursi kuliah pada yang tersebar pada 43 Perguran Tinggi Negeri (PTN) di negara kita. Dengan demikian persaingan yang terjadi untuk memperebutkan kursi kuliah pada PTN waktu adalah sangat tajam, karena rata-rata setiap kursi kuliah diperebutkan oleh tujuh atau delapan calon.          Tetapi setelah hasil Sipenmaru diumumkan dan saat herregestrasi dilaksanakan ternyata akhirnya dijumpai 2.128 kursi kosong pada FKIP dan IKIP; artinya di tengah-tengah persaingan yang tajam untuk memperebutkan kursi kuliah di perguruan tinggi ternyata masih ditemui ribuan    kursi kuliah yang dipersiapkan untuk mahasiswa baru pada FKIP dan IKIP tidak terisi.
Copyrights © 1987