Tujuan utama penerapan pendekatan multikultural di tingkat nasional hendaknya dititikberatkan pada pemahaman dan penghargaan peserta didik terhadap budayanya sendiri dan budaya orang lain, mencakup agama, berlandaskan semboyan bhinneka tunggal ika serta Pancasila. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hasil pembelajaran seni baik dibidang kelimuan tari, musik dan drama berbasis kearifan lokal dan sebagai penguatan hasil nilai-nilai multikultural mahasiswa S1 Pendidikan Seni, Drama Tari dan Musik Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo melalui wadah pagelaran Gelanggang Seni Pertunjukan. Gelanggang Seni Pertunjukan adalah wujud inovasi Jurusan Pendidikan Sendratasik event tahunan yang di adakan di panggung Jurusan Sendratasik. Menampilkan keseluruhan hasil mata kuliah karya-karya mahasiswa dan mengundang beberapa penampilan seni budaya paguyuban yang terdapat di provinsi Gorontalo. Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal memiliki peran yang strategis untuk memperkuat identitas bangsa melalui eksplorasi dan elaborasi nilai-nilai budaya lokal. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan warga negara yang memiliki kesadaran kewarganegaraan multikultural. Penguatan identitas nasional melalui pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal dapat dilakukan melalui integrasi pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal dalam desain kurikulum. Menambah wawasan pengetahuan akan adat istiadat, budaya dan seni tradisi yang berkembang di Gorontalo dan di luar Pulau Sulawesi. Mengapresiasi seni tari Nusantara, mengetahui asal usul, makna, kostum dan busana menjadi pengetahuan kebudayaan yang universal. Sehingga tujuan yang diharapkan dalam UU tentang pendidikan multikultural tepat sasaran sesuai pelaksanaannya.
Copyrights © 2022