Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterbatasan sarana dan prasarana di SMA Negeri 15 Muaro Jambi serta dampaknya terhadap proses pembelajaran. Sarana pendidikan, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, teknologi pembelajaran, dan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan komponen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif, nyaman, dan kondusif. Namun, kondisi nyata di sekolah menunjukkan masih terdapat berbagai keterbatasan, mulai dari jumlah ruang kelas yang kurang, laboratorium yang belum dilengkapi peralatan standar, hingga minimnya fasilitas pendukung lain yang seharusnya menunjang aktivitas belajar mengajar. Keterbatasan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak langsung terhadap motivasi siswa, efektivitas proses pembelajaran, serta kinerja guru dalam menyampaikan materi. Guru mengalami hambatan dalam mengimplementasikan metode pembelajaran inovatif, sementara siswa kurang terdorong untuk aktif karena sarana belajar tidak mendukung kebutuhan mereka. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan manajemen pendidikan, khususnya dalam aspek perencanaan dan pengelolaan sarana prasarana yang berbasis pada kebutuhan riil sekolah. Rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi rujukan penting bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi kelembagaan pendidikan yang lebih adil, merata, dan optimal demi terciptanya kualitas pembelajaran yang lebih baik. Abstract This study aims to examine the limitations of facilities and infrastructure at SMA Negeri 15 Muaro Jambi and their impact on the learning process. Educational facilities such as classrooms, laboratories, libraries, learning technologies, and adequate sanitation are essential components in creating an effective, comfortable, and conducive learning environment. However, the actual conditions at the school indicate that there are still various limitations, ranging from the insufficient number of classrooms, laboratories that are not yet equipped with standard tools, to the lack of supporting facilities that should ideally enhance teaching and learning activities. These infrastructural shortcomings have been proven to directly affect student motivation, the effectiveness of the learning process, and teacher performance in delivering material. Teachers face obstacles in implementing innovative teaching methods, while students are less encouraged to be active due to the inadequacy of learning facilities to meet their needs. The findings of this study are expected to contribute to the development of educational management, particularly in the planning and management of facilities and infrastructure based on the real needs of schools. The recommendations produced may serve as an important reference for policymakers in formulating more equitable, inclusive, and optimal educational institutional strategies to achieve better learning quality.
Copyrights © 2025