Kawasan Kopirejo, yang terletak di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, merupakan daerah pasca erupsi Gunung Semeru yang sedang dikembangkan sebagai desa wisata dengan komoditas utama kopi dan durian. Wilayah ini memiliki karakteristik tanah dominan berpasir dan topografi yang bervariasi, dengan risiko erosi yang cukup tinggi. Dalam upaya mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan, teknologi drone digunakan sebagai alat monitoring kondisi fisiografi lahan secara real-time.Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan pemetaan partisipatif, yang mengintegrasikan data hasil observasi lapangan dengan pemetaan drone beresolusi tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kondisi biofisik lahan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi dan durian, serta perlunya strategi konservasi yang sesuai. Pemanfaatan drone terbukti efektif dalam memberikan informasi spasial mengenai kemiringan lereng, tutupan lahan, serta perubahan kondisi tanah pasca erosi.Implementasi teknologi drone diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan kebun kopi rakyat, memperkuat upaya revegetasi, serta mengoptimalkan pengembangan desa wisata Kopirejo secara sosial-ekonomi dan agroekosistem. Integrasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Copyrights © 2025