Lutfi, M. Wasilul
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Survei Evaluasi Produktivitas Kebun Jeruk di Wilayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu Lutfi, M. Wasilul; Mashudi, Imam; Meidina, Adella Anggi; Nurdianto, Roby; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Yulianto, Alfian Tri; Sunarto, Bintar Probo; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.04

Abstract

Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu sentra produksi jeruk dengan berbagai jenis jeruk. Produktivitas kebun jeruk bervariasi dan faktor pembatas yang disarankan adalah kondisi topografi dan agroklimat. Tujuan dari survei ini adalah untuk menganalisis faktor topografi dan curah hujan yang membatasi produktivitas kebun jeruk di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Survei lapangan dilakukan selama bulan Februari - April 2024 di lima lokasi kebun jeruk rakyat. Evaluasi faktor kesesuaian lahan terdiri dari tiga tahap: pengecekan lapangan, observasi lapangan, dan analisis data.  Hasil survei dan evaluasi di lima lokasi kebun jeruk di Kecamatan Junrejo menunjukkan bahwa ketinggian tempat, kemiringan lahan, dan curah hujan tahunan mempengaruhi produktivitas kebun jeruk. Ketinggian tempat (X) mempengaruhi produktivitas jeruk (Y) (Y = 7,9760 - 0,007X; R2 = 0,5805*). Semakin tinggi ketinggian tempat, semakin rendah produktivitas jeruk di Kecamatan Junrejo. Kemiringan lahan (X) berkorelasi negatif dengan produktivitas jeruk (Y), semakin curam kemiringan lahan maka semakin rendah produktivitas jeruk. Model persamaan regresi: Y = 3,342 - 0,073X (R2 = 0,6862*). Produktivitas kebun jeruk (Y) di wilayah Kecamatan Junrejo juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi (X), terutama pada masa pembungaan dan pembentukan buah (fruitset). Model regresi: Y = -0,0188x + 4,7752 (R2 = 0,8305*).
Analisis Kemantapan Agregat Tanah Lapisan Bawah (Subsoil) Di Kebun Kopi Robusta, Desa Bangelan, Kabupaten Malang Lutfi, M. Wasilul; Yumma, Alifia; Soemarno, Soemarno; Riyanto, Saniya Reizta
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah dasar merupakan salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Salah satu faktor pendukung kualitas tanah adalah sifat fisik tanah, terutama pada stabilitas agregat tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat stabilitas agregat tanah dan hubungan antara stabilitas agregat tanah dengan sifat fisik tanah dasar lainnya serta terhadap produktivitas tanaman kopi. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan metode purposive soil sampling. Analisis stabilitas agregat tanah menggunakan metode wet sieving. Parameter dalam penelitian ini adalah stabilitas agregat tanah, porositas tanah, berat jenis, berat jenis, dan tekstur tanah berupa fraksi pasir, lanau dan liat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas agregat tanah pada beberapa kelas umur tanam kopi dan kedalaman tanah yang berbeda memiliki nilai stabilitas agregat tanah yang berbeda, tetapi semuanya tergolong "Sangat stabil". Stabilitas agregat tanah memiliki hubungan yang signifikan dengan beberapa sifat fisik tanah lainnya seperti bulk density, porositas, fraksi liat dan fraksi lanau. Selain itu, stabilitas agregat tanah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tanaman kopi.
Aplikasi Zeolit Dan Bahan Organik Dalam Mengendalikan Laju Pelepasan Kalium pada Tanah Vertisol Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqh Aulia; Sunarto, Bintar Probo
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak setelah N dan P. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan zeolit dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl dan untuk mengetahui peranan bahan organik dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium biologi jurusan tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah Kontrol (P0), Zeolit (P1), Bahan Organik (P2), dan 50% Zeolit + 50% Bahan Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian perlakuan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pH, KTK dan pelepasan kalium. Peranan zeolit menunjukkan mampu memperlambat laju pelepasan kalium hingga 47% dibandingkan dengan perlakuan kontrol, bahan organik atau kombinasi 50% zeolit + 50% organik. Sedangkan perlakuan bahan organik meningkatkan laju pelepasan kalium sebesar 63% dan tidak terjadi interaksi kombinasi zeolit 50% + bahan organik 50% terhadap laju pelepasan kalium.
Pendampingan Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Pada Petani Cabai Rawit Di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqah Aulia; Bushron, Raushanfikr; Suyadi, Suyadi; Siswantoro, Ajik
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.09

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh petani cabai rawit di Desa Sukoharjo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serta memberikan pelatihan dan pendampingan melalui sekolah lapang untuk penerapan GAP. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan diskusi dengan petani untuk mengidentifikasi tantangan utama, seperti serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan kelangkaan pupuk bersubsidi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hama dan penyakit merupakan masalah utama pada musim kemarau dan hujan, serta kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas. Dalam upaya mengatasi masalah ini, petani diberi pelatihan tentang teknik pengelolaan hama terpadu dan penggunaan pupuk organik. Selain itu, kegiatan demonstrasi penerapan GAP menunjukkan bahwa penggunaan metode budidaya yang lebih ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil panen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penerapan GAP dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya berdampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan di sektor pertanian cabai rawit, khususnya di Desa Sukoharjo.
Pemanfaatan Drone untuk Evaluasi Spasial dalam Pengembangan Kawasan Wisata Kopirejo Pasca Bencana di Kecamatan Wajak Hadi Sholikah, Dinna; Prabowo Harliando, Dimas; Zahro Fatiha, Chosa; Aulia Hanuf, Atiqah; Lutfi, M. Wasilul; Soemarno, Soemarno
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1312

Abstract

Kawasan Kopirejo, yang terletak di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, merupakan daerah pasca erupsi Gunung Semeru yang sedang dikembangkan sebagai desa wisata dengan komoditas utama kopi dan durian. Wilayah ini memiliki karakteristik tanah dominan berpasir dan topografi yang bervariasi, dengan risiko erosi yang cukup tinggi. Dalam upaya mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan, teknologi drone digunakan sebagai alat monitoring kondisi fisiografi lahan secara real-time.Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan pemetaan partisipatif, yang mengintegrasikan data hasil observasi lapangan dengan pemetaan drone beresolusi tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kondisi biofisik lahan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi dan durian, serta perlunya strategi konservasi yang sesuai. Pemanfaatan drone terbukti efektif dalam memberikan informasi spasial mengenai kemiringan lereng, tutupan lahan, serta perubahan kondisi tanah pasca erosi.Implementasi teknologi drone diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan kebun kopi rakyat, memperkuat upaya revegetasi, serta mengoptimalkan pengembangan desa wisata Kopirejo secara sosial-ekonomi dan agroekosistem. Integrasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan program ini.