Mengidentifikasi perkembangan wilayah dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan. Umumnya, tingkat perkembangan wilayah dilakukan dengan mentapkan pusat pertumbuhan menggunakan analisis Indeks Sentralitas dengan mempertimbangkan jumlah fasilitas, infrastruktur yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat untuk menentukan hierarki pusat daerah. Namun, terdapat keterbatasan dengan Indeks Sentralitas, terutama ketepatan temporal dan spasial, karna mengacu pada data sensus yang tidak mewakili seluruh area secara real-time. Untuk itu, terdapat inovasi dalam melihat perkembangan wilayah menggunakan metode Visible and Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS), yang merupakan salah satu instrumen di Suomi-NPP (National Polar-orbiting Operational Environmental Satellite System Preparatory Project). Metode VIIRS memanfaatkan cahaya di malam hari karna adanya aktivitas masyarakat. Data tersebut selanjutnya diklasifikasikan menjadi delapan interval kelas di mana semakin besar angka kelas, semakin besar intensitas emisi cahaya dan dengan demikian semakin aktif penduduknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecamatan dengan tingkat perkembangan wilayah tertinggi berada pada Kecamatan Kaliwates dan area Sumbersari. Sedangkan kecamatan dengan perkembangan wilayah terendah berada pada Kecamatan Arjasa, Kecamatan Jelbuk, Kecamatan Jombang, Kecamatan Mayang, Kecamatan Pakusari, serta Kecamatan Sukorambi. Kata kunci: Perkembangan Wilayah, Visible and Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS), Pusat Kegiatan
Copyrights © 2024