Ruang
Vol 4 No 1 Maret (2012): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR

Pola Pemukiman Dan Tipologi Hunian Suku Bajo Di Sulawesi Tengah (Studi Kasus Rumah Suku Bajo di Desa Kabalutan dan Desa Labuan di Ampana)

Andi Jiba Rifai B (Unknown)
Iwan Setiawan Basri (Unknown)
Nadjib Massikki (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Mar 2012

Abstract

Suku Bajo banyak tersebar dan bermukin di perairan Indonesia dan sekitarnya, termasuk di beberapa negara tetangga seperti di Thailand dan Malaysia. Sedang penyebaran terbanyak di Indonesia terdapat di pulau Sulawesi Utamanya di Sulawesi Tengah. Sejak ratusan tahun lalu, suku Bajo hidup diatas laut/perairan dimana awalnya mereka hanya menggunakan perahu dan mereka cakap mengarungi lautan, Hingga akhirnya beberapa kelompok masyarakatnya mulai menetap dan membangunan permukiman. Mereka kerap disebut gipsi laut (sea nomads), karena hidup di atas laut secara nomaden, namun kemudian mereka mulai menetap dan membangun permukiman di atas laguna karang dan perairan di sekitar pantai dan pulau-pulau, mereka mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, serta tetap mempertahankan budaya kebaharian mereka. Suku Bajo awalnya tinggal di atas perahu, namun dengan perubahan zaman saat ini cukup mempengaruhi cara hidup mereka bahkan banyak diantara mereka yang tidak berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemukiman dan tipe hunian/rumah serta tradisi yang tetap mereka pertahankan secara turun temurun dalam kehidupan mereka.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

JURNALRUANG

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science Social Sciences

Description

The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to architecture and urban design or the practice of architecture and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, ...