Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan full online dan blended learning di Balai Pelatihan Kesehatan Mataram. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif untuk membandingkan peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test dari metode pelatihan full online dan blended learning. Analisis data penelitian menggunakan statistik inferensial uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kedua metode pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test peserta, dengan p-value lebih besar dari 0,05; (2) peserta yang mengikuti pelatihan full online menunjukkan persentase peningkatan sebesar 75,41%, lebih besar dibandingkan dengan metode blended learning sebesar 60,23%. Hal ini mengindikasikan bahwa fleksibilitas dalam metode full online dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap peningkatan pengetahuan peserta.
Copyrights © 2024