Pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pengelolaan pedagang kaki lima (PKL), menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional Indonesia. Studi ini mengkaji efektivitas program pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya terhadap Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kecamatan Jambangan, sebuah kawasan yang mengalami penurunan daya tarik dibandingkan sentra lain di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kerangka teori ACTORS (Authority, Competence, Trust, Opportunities, Responsibilities, Support), penelitian ini mengeksplorasi bentuk pemberdayaan, tantangan, serta dampaknya pada pelaku usaha dan keberlanjutan SWK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan berjalan secara komprehensif dengan pelatihan usaha, fasilitasi legalitas, pendampingan, promosi, dan revitalisasi infrastruktur. Namun, tantangan seperti kurangnya inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital yang terbatas, dan rendahnya konsistensi pelaku usaha menjadi hambatan utama. Persepsi pelaku usaha terhadap program ini positif, namun mereka mengharapkan pelatihan yang lebih relevan dan promosi yang lebih berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi baru dalam literatur pemberdayaan ekonomi kreatif lokal dengan menyoroti kebutuhan strategi pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan SWK sebagai pusat ekonomi kreatif dan wisata kuliner.
Copyrights © 2025