Lafaz Bismillah tanpa dilanjutkan dengan kata al-Rahman dan al-Rahim terdapat dalam al-Qur’an yaitu pada QS Hud ayat 41 yaitu bismillahi majreha wa mursaha mengindikasikan kelebihan lafaz Bismillah secara eksplisit dan implisit untuk dikaji lebih mendalam. Terlebih lagi lafaz Bismillah selalu berulang disetiap awal surah kecuali pada awal surah al-Taubah. Demikian halnya lafaz Bismillah terdapat dalam hadis Sahih yang menunjukkan pentingnya lafaz tersebut. Oleh karena Bismillah penting untuk diteliti dan dipahami, bukan hanya sekedar bacaan semata, tetapi penting untuk diketahui arti dan manfaatnya. Penelitian ini khusus membahas tentang Bismillah tanpa lafaz al-Rahman dan al-Rahim menurut penafsiran al-Tabari dan perspektif hadis. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode tafsir tematik-komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Tabari menafsirkan Bismillah dengan makna tasmiyya (penamaan) Allah Swt. sehingga meniadakan Tuhan selain Allah Swt. dan terkadang Bismillah mendahului ta‘awwuz di beberapa hadis.
Copyrights © 2024