Aplikasi InDrive merupakan layanan transportasi online yang memiliki keunikan dalam fitur negosiasi tarif antara pengguna dan pengemudi. Meski demikian, banyak ulasan pengguna yang mengeluhkan masalah seperti aplikasi yang sering lag, peta tidak akurat, serta antarmuka yang kurang intuitif, sehingga menurunkan kepuasan dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengalaman pengguna (user experience) aplikasi InDrive menggunakan metode Diary Study selama periode yang ditentukan. Data dianalisis melalui metode Thematic Analysis dan menghasilkan 8 tema utama, yakni frekuensi penggunaan, interaksi dengan fitur, kemudahan aplikasi, pengalaman layanan, hambatan penggunaan, interaksi dengan driver, pengalaman fitur pembayaran, serta perbandingan dengan aplikasi lain. Hasil penelitian menunjukkan masalah teknis, ketidakakuratan peta, fitur negosiasi yang kurang efisien, serta keterbatasan opsi pembayaran sebagai faktor utama ketidakpuasan pengguna. Meski unggul dalam fleksibilitas harga, InDrive dinilai kalah dalam keandalan dibandingkan aplikasi lain seperti Gojek dan Grab. Rekomendasi perbaikan meliputi optimasi performa aplikasi, penyempurnaan antarmuka, peningkatan akurasi peta, serta penambahan metode pembayaran digital. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi untuk pengembangan pengalaman pengguna InDrive agar lebih optimal dan kompetitif di pasar layanan transportasi digital di Indonesia.
Copyrights © 2025