Penelitian ini berfokus pada integrasi materi Sejarah Peradaban Islam dalam pembelajaran Qirā'ah Bahasa Arab serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di MTs Darul A’mal Metro. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dipilih untuk menggali secara mendalam pengalaman dan persepsi para informan, yang terdiri dari dua siswa aktif, dua siswa pasif, seorang guru Bahasa Arab, dan satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik berdasarkan teori Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa aktif mengalami peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis ketika pembelajaran Qirā'ah dikontekstualisasikan dengan sejarah Islam. Namun, siswa pasif tidak menunjukkan perkembangan signifikan karena minimnya keterlibatan dan motivasi belajar. Faktor lain yang menghambat efektivitas implementasi kurikulum integratif ini meliputi keterbatasan waktu, kurangnya interaksi kelas, dan pemahaman guru yang belum optimal dalam mengaitkan teks sejarah dengan pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur mengenai hubungan langsung antara pembelajaran sejarah Islam dan pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam konteks kebahasaan, serta menawarkan pendekatan pedagogis baru bagi guru dan pengambil kebijakan pendidikan.
Copyrights © 2024