Staphylococcus aureus, bakteri yang terdapat secara alami di tubuh manusia, dapat berubah menjadi berbahaya dalam kondisi tertentu. Perubahan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pada gigi dan mulut, seperti pembentukan karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi obat kumur terbaik yang terbuat dari ekstrak kulit pisang kepok dan minyak cengkeh, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Terdapat tiga formulasi yang diuji dalam penelitian ini: Formulasi I terdiri dari 1 gram ekstrak kulit pisang kepok dan 5 ml minyak cengkeh, Formulasi II mengandung 2 gram ekstrak dan 7,5 ml minyak cengkeh, serta Formulasi III berisi 3 gram ekstrak dan 10 ml minyak cengkeh. Evaluasi terhadap sediaan obat kumur meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, stabilitas, serta viskositas. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif menggunakan Listerine dan kontrol negatif menggunakan akuades. Hasil organoleptis menunjukkan bahwa semua formulasi berwarna coklat dan berbentuk cair, dengan rasa manis pada Formulasi I serta rasa sedikit pahit pada Formulasi II dan III. Semua formula memiliki pH stabil 6,5 dan homogenitas yang baik. Zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada Formulasi III dengan ukuran 12,67mm, menjadikannya formulasi terbaik untuk sediaan obat kumur herbal.
Copyrights © 2025