Sari, Yuke Pramudita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) Dan MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Maulana, Nabilah Rosdiana; Wijayanti, Cicik; Amanda, Lyrra Mirna; Sari, Yuke Pramudita; Abraham, Ali; Ngibad, Khoirul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.689

Abstract

Staphylococcus aureus, bakteri yang terdapat secara alami di tubuh manusia, dapat berubah menjadi berbahaya dalam kondisi tertentu. Perubahan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pada gigi dan mulut, seperti pembentukan karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi obat kumur terbaik yang terbuat dari ekstrak kulit pisang kepok dan minyak cengkeh, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Terdapat tiga formulasi yang diuji dalam penelitian ini: Formulasi I terdiri dari 1 gram ekstrak kulit pisang kepok dan 5 ml minyak cengkeh, Formulasi II mengandung 2 gram ekstrak dan 7,5 ml minyak cengkeh, serta Formulasi III berisi 3 gram ekstrak dan 10 ml minyak cengkeh. Evaluasi terhadap sediaan obat kumur meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, stabilitas, serta viskositas. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif menggunakan Listerine dan kontrol negatif menggunakan akuades. Hasil organoleptis menunjukkan bahwa semua formulasi berwarna coklat dan berbentuk cair, dengan rasa manis pada Formulasi I serta rasa sedikit pahit pada Formulasi II dan III. Semua formula memiliki pH stabil 6,5 dan homogenitas yang baik. Zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada Formulasi III dengan ukuran 12,67mm, menjadikannya formulasi terbaik untuk sediaan obat kumur herbal.
Aktivitas antibakteri formulasi obat kumur daun salam dan cengkeh terhadap S. aureus periodontitis Sari, Yuke Pramudita; Amanda, Lyrra Mirna; Maulana, Nabilah Rosdiana; Wijayanti, Cicik; Abraham, Ali; Ngibad, Khoirul
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1287

Abstract

Kesehatan dan kebersihan rongga mulut harus dijaga karena terdapat mikroflora normal, namun akan menjadi patogen sehingga menyebabkan peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses. Staphylococcus aureus merupakan penyebab paling umum. Akumulasi sisa makanan terus menempel dan bertumpuk akan menimbulkan plak yang dapat menyebabkan periodontitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi terbaik campuran ekstrak daun salam dan Minyak Cengkeh sebagai obat kumur herbal dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dengan melakukan maserasi daun salam menggunakan etanol 96%, kemudian dievaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental. Obat kumur diformulasi menjadi tiga: formulasi I (1 g ekstrak daun salam / 5 ml minyak cengkeh, formulasi II (2 g / 7,5 ml), dan formulasi III (3 / 10 ml). Kemudian dilanjut dengan evaluasi sediaan obat kumur, yaitu: uji organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, stabilitas. Terakhir, dilakukan uji antibakteri data di analisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Test (Tukey). Hasil evaluasi sediaan didapatkan rentan nilai yang sesuai standar pada uji organoleptis, homogenitas, stabilitas, dan pH. Hasil uji viskositas didapatkan kekentalan sangat tinggi. Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus (12,9 mm). Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan diantara ketiga formulasi (sig >0,05). Hasil uji Post Hoc Test metode Tukey didapatkan perbedaan secara nyata pada masing-masing bahan dengan formulasi obat kumur (sig < 0,05). Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang dapat digunakan sebagai alternatif obat kumur terhadap penyakit periodontitis.