Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari aktivitas manusia maupun degradasi lingkungan. Perairan muara Sungai Kenyamukan di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur berisiko tinggi tercemar mikroplastik karena merupakan kawasan yang terdapat pelabuhan perahu nelayan, aktivtas nelayan, perumahan penduduk, dermaga, serta daerah pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tipe mikroplastik yang terdapat pada beberapa jenis ikan yang hidup di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Bagian tubuh ikan yang dianalisis meliputi insang dan sistem pencernaan, yang diekstraksi menggunakan larutan NaCl, KOH 10%, dan H2O2 30% kemudian diamati menggunakan mikroskop relife. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada ikan jenggot (Upeneicthys spp.), ikan kiper (Scatophagus argus), ikan baronang (Siganus canaliculatus), dan ikan kakap tompel (Lutjanus johnii). Jenis mikroplastik yang teridentifikasi meliputi fiber (52%), fragmen (27%), film (12%), dan pelet (9%) dengan total keseluruhan sebanyak 173 partikel. Ukuran mikroplastik terkecil yang ditemukan adalah 0,0012 µm, sedangkan ukuran terbesar mencapai 0,1399985 µm. Mikroplastik yang ditemukan berwarna hitam, merah, kuning, biru, hijau, transparan, oranye, dan pink. Hasil ini menunjukkan tingginya kontaminasi mikroplastik di muara sungai yang berpotensi mengancam ekosistem perairan dan rantai makanan
Copyrights © 2025