Pekerja pemasak garam di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menghadapi tantangan sikap kerja ergonomis dan ketergantungan pada bahan bakar konvensional yang kurang efisien dan berisiko terhadap kesehatan serta lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan serta menerapkan postur kerja ergonomis guna meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung kepada kelompok pemasak garam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan energi, pengurangan keluhan fisik seperti nyeri punggung dan leher, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya ergonomi dan keberlanjutan energi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi terpadu melalui teknologi bahan bakar alternatif dan edukasi ergonomi mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas kerja dan keberlanjutan usaha garam lokal.
Copyrights © 2025