Penelitian ini bertujuan: 1) untuk: Untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep fisika yang diajarkan dengan menggunakan model Flipped Classroom pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Cijeruk. 2) Untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep fisika yang diajarkan dengan menggunakan model Direct instruction pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Cijeruk.3) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemehaman konsep peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan model Flipped Classroom dan model Direct Instruction pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Cijeruk. Adapun desain dalam penelitian ini adalah True Experimantal Design dengan menggunakan pre-test-post-testt control group design. Dimana akan diambil dua kelas untuk diteliti, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang keduanya dipilih secara acak (random). Populasi target dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Cijeruk. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah kelas X MIPA 1 dengan jumlah 35 siswa, X MIPA 2 berjumlah 36 siswa, dan kelas X MIPA 3 berjumlah 35 siswa dan total seluruhnya yaitu 106 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purpossive Sampling. Pengumpulan data diambil dengan tes dalam bentuk essay. Teknik analisi data menggunakan Uji normalitas yang digunakan adalah uji Chi Square, Uji homogenitas yang digunakan adalah uji Fisher, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kemampuan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Cijeruk dengan menggunakan model Flipped Classroom nilai rata-rata pre-test (26.04) dan nilai rata-rata post-test (73.79) Kemampuan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Cijeruk dengan menggunakan model Direct instruction nilai rata-rata pre-test (25.64) dan nilai rata-rata post-test (65.90). 2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep fisika menggunakan model Flipped Classroom dan model Direct instruction, berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji t terhadap hasil Post-test, hasilnya t_hitung sebesar 2,48 dan nilai t tabel sebesar 2.00. 3) Berdasarkan hasil perhitungan t_hitung > t_tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Maka, kesimpulan yang didapatkan menunjukan bahwa penerapan model Flipped Classroom lebih efektif dibandingkan dengan model Direct instruction dilihat dari kemampuan pemahaman konsep setelah diberi perlakuan.
Copyrights © 2023