Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang vital dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penggunaannya adalah untuk penerangan listrik, yang saat ini umumnya masih menggunakan sistem manual. Penerangan yang dinyalakan dan dimatikan secara manual oleh manusia berpotensi menimbulkan pemborosan listrik akibat kelalaian, dimana lampu sering kali dibiarkan menyala meski tidak ada aktivitas. Solusi dari permasalahan ini adalah sistem penerangan otomatis atau smart lighting. Penerapan smart lighting harus disesuaikan dengan kondisi ruangan; ruangan outdoor dan indoor memiliki pemicu nyala atau mati lampu yang berbeda. Dalam penelitian ini, dirancang dan dibuat prototipe smart lighting untuk kawasan perumahan di Bekasi, Indonesia. Sistem ini menggunakan kombinasi sensor cahaya untuk area outdoor dan sensor gerak untuk area indoor. Hal baru yang diusulkan adalah penggunaan kombinasi sensor cahaya dan sensor gerak untuk ruangan yang juga memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangan. Hasil pengujian prototipe menunjukkan bahwa lampu dapat dikontrol secara otomatis dengan sensor, sesuai dengan kondisi yang ditentukan.
Copyrights © 2024