Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam perencanaan tata ruang di Kota Bogor berdasarkan lima dimensi peran pemerintah menurut teori Sondang P. Siagian, yaitu stabilisator, inovator, modernisator, pelopor, dan pelaksana. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh yang melibatkan 24 pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode Weight Mean Score (WMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIG dalam perencanaan tata ruang berada pada kategori "Baik" dengan nilai rata-rata 4,15. Dimensi modernisator memperoleh nilai tertinggi (4,24), mencerminkan bahwa digitalisasi dan keterbukaan informasi spasial telah berjalan optimal. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan SDM, integrasi lintas sektor, dan pembaruan data masih perlu dibenahi. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas teknis, dan pengembangan sistem SIG secara kolaboratif perlu dijadikan agenda prioritas. Penelitian ini menegaskan bahwa SIG memiliki potensi sebagai instrumen utama dalam tata kelola ruang yang adaptif, integratif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025