Pendampingan pembiasaan ibadah Jumat melalui kegiatan Majelis Taklim Putri di MAN Kota Palangka Raya merupakan upaya penguatan karakter religius siswi sekaligus pembentukan budaya ibadah yang berkelanjutan di lingkungan madrasah. Program ini dilatarbelakangi oleh kurangnya partisipasi dan koordinasi dalam kegiatan keagamaan siswi, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menggerakkan potensi dan aset yang telah dimiliki sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) melalui lima tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Deliver. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam semangat beribadah, kedisiplinan, serta partisipasi aktif siswi dalam kegiatan Majelis Taklim. Siswi tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga tampil sebagai pemimpin dalam pembacaan surah, kultum, dan pelaksanaan ibadah berjamaah. Program ini berhasil mengubah kegiatan keagamaan yang semula bersifat sporadis menjadi kegiatan rutin dan mandiri, serta menumbuhkan budaya religius yang hidup di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendampingan ini berkontribusi nyata dalam membentuk generasi madrasah yang beriman, berkarakter, dan berdaya spiritual tinggi.
Copyrights © 2025