Urgensi strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kemitraan lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan PAUD holistik integratif (PAUD HI). Studi kasus kualitatif ini melibatkan 10 partisipan yang terdiri dari pengelola lembaga, tenaga kesehatan, dan orang tua, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian mengkaji bentuk komunikasi, media, frekuensi interaksi, tantangan, dan efektivitas koordinasi dalam mendukung layanan PAUD HI. Hasil menunjukkan lembaga menerapkan komunikasi yang terstruktur, adaptif, partisipatif, dan fleksibel dengan berbagai pihak seperti puskesmas, kader posyandu, dinas kesehatan, dan aparat lingkungan. Media komunikasi yang digunakan meliputi WhatsApp, surat resmi, pertemuan tatap muka, dan rapat koordinasi berkala. Komunikasi dua arah yang intens mendukung layanan PAUD HI secara menyeluruh, mencakup pemeriksaan kesehatan, penyuluhan gizi, pengasuhan, dan pendidikan anak usia dini. Tantangan komunikasi seperti perbedaan persepsi dan keterbatasan waktu diatasi melalui evaluasi rutin dan koordinasi aktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi kolaboratif untuk menciptakan layanan PAUD yang inklusif, berkelanjutan, dan berkualitas.
Copyrights © 2025