Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi
Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025

Peningkatan Kreativitas Rumah Produksi Batik Blimbing Malang Dalam Upaya Pelestarian Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia

Sitaresmi, Dhatu (Unknown)
Parga Zen, Bita (Unknown)
Purnomo (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2025

Abstract

:  Rumah Produksi Batik Blimbing Malang merupakan satu-satunya kelompok pengrajin batik di Malang yang mengangkat perpaduan budaya Tionghoa-Indonesia dalam motifnya. Sebagai warisan budaya yang relevan dengan upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, batik akulturasi ini memiliki nilai jual dan daya tarik budaya yang khas. Namun, mitra menghadapi kendala keterbatasan kreativitas desain, inovasi produk, efisiensi produksi akibat peralatan usang, dan jangkauan pemasaran yang masih terbatas pada pasar lokal dengan metode konvensional, Program dilaksanakan melalui lima siklus pendampingan yang meliputi: sosialisasi program, pelatihan kreativitas motif batik naga dan karakter ?, pengadaan peralatan produksi modern, pengembangan platform e-commerce berbasis kecerdasan buatan, dan evaluasi berkelanjutan dengan monitoring partisipatif. dengan melibatkan 11 anggota IKM dan 30 responden evaluasi. Program berhasil mengembangkan motif batik baru yang memadukan unsur budaya Tiongkok naga, karakter ? dengan ikon lokal Malang Tugu dan Topeng, Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kreativitas dan daya saing 2,5 menjadi 4,5, peralatan produksi 2,0 menjadi 4,2, pemasaran dan pasar 2,3 menjadi 4,6, serta pengetahuan dan keterampilan pengrajin 2,8 menjadi 4,7. Program memberikan dampak nyata berupa peningkatan efisiensi produksi melalui teknologi modern, dan perluasan akses pasar melalui platform digital terintegrasi. Batik blimbing memperoleh keterampilan baru dalam mengoperasikan peralatan modern dan strategi pemasaran digital yang berkontribusi pada peningkatan daya saing industri kreatif serta stabilitas ekonomi pengrajin. PKM berhasil memberikan solusi komprehensif terhadap permasalahan mitra melalui pendekatan holistik yang menggabungkan pelestarian budaya akulturasi, inovasi teknologi produksi, dan pemberdayaan ekonomi digital. Program ini dapat menjadi model pengembangan batik dengan nilai budaya multikultural untuk meningkatkan daya saing di era digital.

Copyrights © 2025