Sepanjang tahun 2020, sektor pariwisata Indonesia terkena dampak dari pandemi COVID-19 yang masuk ke Indonesia. Salah satu sektor yang terpengaruh dan mendapatkan dampak yg signifikan adalah objek wisata Antap yang terletak di desa wisata Cikakak, Banyumas. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui dan mengamati bentuk strategi pemulihan yang dipilih kemudian dilakukan oleh pengelola objek Wisata Antap dalam menghadapi tatanan kenormalan baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer meliputi wawancara mendalam dan didukung oleh data sekunder pengumpulan dokumen. Hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada objek wisata ini dan bersifat sangat signifikan. Adapun dampak pandemi COVID-19 yang ditimbulkan ialah jumlah kunjungan wisatawan ke Wisata Antap semakin menurun bahkan hingga tidak ada kunjungan. Keadaan tersebut memaksa pengelola Wisata Antap untuk membuat strategi baru untuk pemulihan tatanan kehidupan baru. Pihak pengelola Wisata Antap mempunyai tiga strategi (inovasi, adaptasi, kolaborasi) berdasarkan Program Strategis Pemulihan Sektor Parekraf 2020/2021 yang dirilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempercepat pemulihan pariwisata. Inovasi adalah hal utama dan harus ada perubahan produk atraksi wisata yang lebih berbasis ekowisata. Adaptasi yaitu beradaptasi dengan kondisi pandemi yaitu meningkatkan penerapan CHSE di dalam obyek wisata Antap. Kolaborasi bekerjasama dengan setiap stakeholder untuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pariwisata di transisi kenormalan baru.
Copyrights © 2024