Tanaman padi sebagai sumber pangan utama bagi mayoritas penduduk dunia, termasuk masyarakat Kabupaten Sumba Timur. Fokus utama penelitian ini adalah pada gangguan yang diakibatkan oleh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), khususnya gulma. Penelitian dilakukan mulai Bulan November-Desember 2023 di lahan padi sawah Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Pengambilan sampel gulma dilakukan menggunakan metode kuadrat dengan 10 titik sampel yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Tiap titik akan dilakukan pengamatan pada lahan ukuran 1,5m x 1,5m. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis gulma dengan total individu yang diperoleh mencapai 2.479. Gulma Cyperus rotundus mendominasi dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) tertinggi sebesar 9,32% dengan nilai penting tertinggi sebesar 46,57%. Perhitungan nilai indeks keragaman menggunakan persamaan Indeks Diversitas Shannon-Wiener. Pada penelitian ini diperoleh nilai indeks keragaman sebesar 2,25 dan dikategorikan rendah. Hal ini menunjukkan pentingnya pengendalian spesifik pada gulma yang bersifat dominan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan pertanian padi di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba
Copyrights © 2024