Kolaborasi lintas generasi di lingkungan kerja menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi, termasuk di LLDIKTI Wilayah VII yang melibatkan Generasi X, Milenial, dan Generasi Z dalam satu divisi. Dalam konteks ini, pemimpin Urusan Humas dan Protokoler memegang peranan krusial sebagai pengarah sekaligus penghubung komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana penerapan gaya kepemimpinan situasional digunakan dalam membangun sinergi dan kolaborasi di tengah keberagaman karakter generasi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin menerapkan keempat gaya dalam model kepemimpinan situasional secara adaptif, mulai dari pemberian instruksi langsung hingga pelimpahan tanggung jawab penuh, bergantung pada kesiapan dan kapasitas masing-masing anggota tim. Pendekatan kepemimpinan ini berhasil menciptakan ruang kerja yang produktif, inklusif, dan selaras dengan karakteristik tiap generasi. Dengan demikian, kepemimpinan situasional terbukti menjadi strategi efektif dalam mengelola kolaborasi multigenerasi di lingkungan kerja publik seperti LLDIKTI Wilayah VII.
Copyrights © 2025