Penelitian ini membahas bagaimana media online Kompas.com dan Kumparan.com membingkai pemberitaan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk, menekan angka stunting, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini secara khusus menargetkan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok sasaran utama. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis pembingkaian atau framing pemberitaan MBG pada Kompas.com dan Kumparan.com dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Landasan teorinya adalah framing Robert N. Entman, yang menekankan empat elemen utama, yaitu problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan: Kompas.com membingkai MBG secara positif sebagai kebijakan visioner yang mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDG) poin kedua, Zero Hunger, dengan menekankan kerja sama lintas sektor serta kesiapan infrastruktur. Sebaliknya, Kumparan.com cenderung kritis dengan menyoroti penggunaan dana pribadi Presiden, minimnya regulasi teknis, serta tantangan implementasi khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Copyrights © 2025