Data WHO pada Maret 2020 terdapat 509.164 orang terkonfirmasi COVID-19 dengan kasus baru sebanyak 46.484 orang. Penyebaran COVID-19 di Indonesia meningkat dari hari ke hari dan meluas ke-27 provinsi di Indonesia, salah satunya provinsi Jawa Barat. Pemerintah berupaya melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga pembelajaran mahasiswa dan anak sekolah dilakukan secara daring. Model pembelajaran ini mengharuskan penggunaan laptop atau handphone dalam jangka waktu lama, sehingga berdampak menurunnya aktivitas fisik. Tahun 2021 angka kejadian COVID 19 sudah menurun dan mahasiswa sebagian besar melaksanakan pembelajaran luring, namun masih banyak mahasiswa yang belum melakukan aktivitas fisik seperti sebelum masa pandemi COVID 19. Teman sebaya dalam upaya peningkatan kesehatan merupakan suatu strategi yang sangat efektif. Pendidikan sebaya yang dilakukan peer educator dapat memotivasi melakukan aktivitas positif, mendidik melalui berbagi informasi dengan teman sebayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan sebaya terhadap aktivitas fisik pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experiment, pretest - posttest control group design dan Nonequivalent control group design. Besar sampel berjumlah 57 responden untuk kelompok intervensi dan 57 responden untuk kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Intervensi diberikan dalam 6 kali pertemuan. Kegiatan intervensi yang diberikan kepada sampel yaitu mahasiswa keperawatan meliputi: pemberian materi tentang COVID-19, aktivitas fisik dengan media buku panduan, melakukan aktivitas fisik di era COVID-19 dengan media video. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh peer educator terhadap peningkatkan aktivitas fisik di era COVID-19 karena didapatkan p value 0,000 sehingga peer educator tepat diterapkan untuk memberikan pengaruh positif kepada remaja.
Copyrights © 2025