Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aktivitas Fisik dapat Memelihara Fungsi Kognitif Lansia Ningrum, Rema Rahayu; Sunandar, Kuslan; Rumijati, Tjutju
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1783

Abstract

Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya lebih dari enam puluh tahun. Salah satu gangguan kesehatan pada lansia adalah penurunan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif menjadi masalah serius karena akan mengakibatkan lansia kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Fungsi kognitif dipengaruhi salah satu faktor yaitu aktivitas fisik. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran aktivitas fisik lansia dan fungsi kognitif lansia dan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Metode studi ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, jumlah sampel yang didapatkan 96 orang lansia. Instrumen aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Scale For Elderly dan fungsi kognitif dengan kuesioner Mini Mental State Examination. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis data bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil studi diperoleh aktivitas fisik pada lansia sebagian besar baik (70,8%), fungsi kognitif pada lansia hampir seluruhnya normal (81,3%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p= 0,000). Petugas kesehatan puskesmas dapat bekerja sama dengan kader untuk melakukan aktivitas fisik senam pada lansia di Posbindu minimal 1 kali seminggu untuk memelihara fungsi kognitif pada lansia.
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Lansia Zahra, Adinda; Suheti, Tati; Rumijati, Tjutju; Meilianingsih, Lia; Husni, Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2131

Abstract

Lanjut usia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Jumlah lanjut usia meningkat tiga kali lipat dari 260 juta pada tahun 1980 menjadi 761 juta pada tahun 2021. Umumnya lansia menderita penyakit yang tidak menular atau disebabkan oleh usia, seperti hipertensi. Pravalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 34,1% dimana mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2013 mencapai 25,8%. Hipertensi yang tidak terkendali akan menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan Cross Sectional. Penarikan data menggunakan proporsional random sampling. Populasi lansia berjumlah 131 lansia dan jumlah sampel yang didapatkan adalah 63 orang lansia. Pengetahuan diukur memakai kuesioner pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi diukur menggunakan instrumen 8-item Morisky Medication Adherence Scale. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase dan analisis bivariat memakai Rank Spearman. Hasil studi diperoleh bahwa hampir sebagian dari responden 30 (48%) memiliki pengetahuan cukup, sebagian besar dari repsonden 28 (44%) memiliki kepatuhan rendah dan terdapat hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada lansia dengan nilai p value 0,000 < α 0,05. Diharapkan para pihak puskesmas dapat menerapkan program pemantauan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan mengecek Kembali kemasan obat yang sudah habis satu bulan sekali disaat kegiatan posbindu PTM dan Prolanis.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Dewasa Umur 26-45 tahun Cayadewi, Nurabilla Maharani; Meilianingsih, Lia; Rumijati, Tjutju; Susanti, Susi
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i2.2629

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular yang kasus kejadiannya selalu meningkat dari tahun ketahun, khususnya pada usia dewasa. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan hipertensi adalah aktivitas fisik. Faktor tersebut merupakan faktor yang bisa diubah. Aktivitas fisik yang dikerjakan secara rutin mampu membantu kemampuan kerja jantung. Namun, kenyataannya orang dengan usia dewasa khususnya di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik sehingga banyak yang mengalami hipertensi. Studi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada usia dewasa umur 26-45 tahun di Kelurahan Pajajaran. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian mengikut sertakan 67 responden melalui teknik proporsional random sampling. Instrumen yang gunakan yaitu kuesioner IPAQ dan sphygmomanometer. Data yang didapatkan diuji dengan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan adanya korelasi aktivitas fisik dengan hipertensi rentang usia dewasa umur 26-45 tahun (p= 0,029 < α (0,05). Direkomendasikan untuk pemegang program Penyakit Tidak Menular di Puskesmas dapat menerapkan aktivitas fisik bagi pasien atau masyarakat dengan hipertensi. Contohnya berjalan kaki selama setengah jam setiap hari, dan naik turun tangga selama 10-15 menit.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Sosial Tiktok terhadap Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok Aulia, Muhammad Ziddan; Husni, Achmad Husni; Supriadi, Supriadi; Rumijati, Tjutju; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3342

Abstract

Masalah merokok pada remaja merupakan isu kesehatan yang berdampak jangka panjang. Beberapa data menunjukkan usia mulai merokok dimulai dari usia 10 tahun. Perilaku ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular, sehingga diperlukan edukasi yang sesuai karakteristik remaja, salah satunya melalui media sosial TikTok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sejauh mana pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui platform TikTok dapat memengaruhi tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya merokok. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 85 siswa kelas VII dan VIII. Intervensi berupa video animasi edukatif di TikTok selama tujuh hari. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pilihan ganda berisi 30 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa tujuh video animasi edukasi yang diunggah setiap hari ke akun TikTok peneliti dan dibagikan kepada siswa, terjadi peningkatan pengetahuan. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi melalui TikTok terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. TikTok efektif digunakan sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja. Penggunaan platform digital ini dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan di kalangan remaja.
THE INFLUENCE OF PEER EDUCATIONS ON INCREASING THE PHYSICAL ACTIVITY OF NURSING STUDENT IN GREATER BANDUNG IN THE COVID 19 ERA Meilianingsih, Lia; Rumijati, Tjutju; Ariyanti, Metia; Fitri, Indri Nuraeni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2919

Abstract

Data WHO pada Maret 2020 terdapat 509.164 orang terkonfirmasi COVID-19 dengan kasus baru sebanyak 46.484 orang. Penyebaran COVID-19 di Indonesia meningkat dari hari ke hari dan meluas ke-27 provinsi di Indonesia, salah satunya provinsi Jawa Barat. Pemerintah berupaya melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga pembelajaran mahasiswa dan anak sekolah dilakukan secara daring. Model pembelajaran ini mengharuskan penggunaan laptop atau handphone dalam jangka waktu lama, sehingga berdampak menurunnya aktivitas fisik. Tahun 2021 angka kejadian COVID 19 sudah menurun dan mahasiswa sebagian besar melaksanakan pembelajaran luring, namun masih banyak mahasiswa yang belum melakukan aktivitas fisik seperti sebelum masa pandemi COVID 19. Teman sebaya dalam upaya peningkatan kesehatan merupakan suatu strategi yang sangat efektif. Pendidikan sebaya yang dilakukan peer educator dapat  memotivasi melakukan aktivitas positif, mendidik melalui berbagi informasi dengan teman  sebayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan sebaya terhadap aktivitas fisik pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experiment, pretest - posttest control group design dan Nonequivalent control group design. Besar sampel berjumlah 57 responden untuk kelompok intervensi dan 57 responden untuk kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Intervensi diberikan dalam 6 kali pertemuan. Kegiatan intervensi yang diberikan kepada sampel yaitu mahasiswa keperawatan meliputi: pemberian materi tentang COVID-19, aktivitas fisik dengan media buku panduan, melakukan aktivitas fisik di era COVID-19 dengan media video. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh peer educator terhadap peningkatkan aktivitas fisik di era COVID-19  karena didapatkan p value 0,000 sehingga peer educator tepat diterapkan untuk memberikan pengaruh positif kepada remaja.