Pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru termasuk implementasi mikrokontroler pada instalasi listrik khususnya pada pemutus aliran listrik. Identifikasi masalah yang ditemukan adalah kurangnya sarana dalam memahami implementasi mikrokontroler dan keterbatasan pemuda desa dalam mengembangkan kreatifitas dan kemampuan diri, maka solusinya harus ada pelatihan yang bias menggabungkan pengetahuan yang didapatkan disekolah dengan keterampilan yang lain sehingga bisa membekali para pemuda menjadi seorang yang lebih trampil. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dilakuka dengan ceramah singkat selanjutnya dilakukan tanya jawab dan demonstrasi untuk memperlihatkan langkah kerja setiap materi yang diberikan, kemudian dilakukan evaluasi agar dapat mengetahui apakah ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan materi pelatihan yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan yang hasilnya yaitu para pemuda di Desa Bukit Durian Kota Tidore Kepulauan  dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memasang saklar pada instalasi listrik berbasis mikrokontroker.Kata kunci: Pelatihan, Saklar, Instalasi listrik, mikrokontroler
Copyrights © 2024