Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Vol. 10, No. 3 Desember 2023

Kopi Garoet: “A Cup Of Java-Preanger Stelsel” Penopang Jalur Rempah Nusantara yang Mendunia

Usep, Usep (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2023

Abstract

Kajian “Jalur Rempah” menarik untuk dikaji, materi ini menjadi salah satu materi untuk fase E pada kurikulum merdeka. Berbicara mengenai jalur rempah, maka pembelajaran bukan lagi membahas jalur pala, lada dan cengkeh di Banten, tetapi secara spesifik mengkaji rempah di Garut, “Kopi Garut”, yang menjadi primadona sejak awal abad ke-18 di eropa dalam bingkai “A Cup of Java-Preanger Stelsel”. Adapun metode yang pembelajaran yang digunakan yaitu pembelajaran berbasis Project (PjBL), Lawatan Kesejarahan serta untuk asesmennya dilakukan melalui Podcast. Peserta didik melakukan research secara langsung dengan menelusuri situs jalur rempah kopi di kota garut, serta untuk memahamkan secara actual melakukan observasi dan wawancara dengan para pengusaha kafe-kafe kopi di kota garut. Dari pembelajaran ini diperoleh pemahaman bahwa Kopi Garut merupakan salah satu rempah agraris yang menopang jalur rempah maritim yang laku di pasaran dunia, selain itu terbuka peluang bagi peserta didik untuk mengasah daya berpikir kritis dan kreatifitasnya untuk andil menjadi bagian dari bisnis kopi garut dengan mendesain Packaging kopi garut dan mendesain Grafis-Photo untuk kepentingan promosi kopi garut di sosial media. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kurikulum merdeka, memberikan keleluasaan mengenai pemilihan materi yang esensial yang tidak jauh dari lingkungan sekitarnya serta memberikan kebermanfaatan bagi perkembangan peserta didik di dalam kehidupannya.Kata kunci:  Kopi Garoet, Kurikulum Merdeka, Packaging Kopi AbstractThe "Spice Path" study is interesting to study, this material is one of the materials for phase E in the independent curriculum. Talking about the spice route, learning no longer discusses the nutmeg, pepper and clove route in Banten, but specifically examines the spices in Garut, "Garut Coffee", which has been a favorite since the early 18th century in Europe in the frame of "A Cup of Java -Preanger Stelsel”. The learning methods used are Project-based learning (PjBL), Historical Tours and the assessment is carried out via Podcast. Students carry out research directly by exploring the coffee spice route site in Garut city, and to gain actual understanding, carry out observations and interviews with coffee cafe entrepreneurs in Garut city. From this lesson, we gain an understanding that Garut Coffee is one of the agricultural spices that supports the maritime spice route which sells well on the world market. Apart from that, there is an opportunity for students to hone their critical thinking skills and creativity to contribute to being part of the Garut coffee business by designing coffee packaging. arrowroot and designing photo-graphics for the purpose of promoting arrowroot coffee on social media. It can be concluded that independent curriculum learning provides freedom regarding the selection of essential material that is not far from the surrounding environment and provides benefits for students' development in their lives.Keywords: Garoet Coffee, Merdeka Curriculum, Coffee Packaging

Copyrights © 2023