Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi masalah di masyarakat, ditandai dengan tingginya praktik swamedikasi, kesalahan membaca aturan pakai, serta pembuangan obat yang sembarangan. Kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antibiotik, keracunan, dan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang bijak dan rasional serta edukasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) sebagai upaya kesehatan mandiri. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui sosialisasi interaktif, pretes–postes, dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada 4 September 2025 di Kantor Lurah Sukakarya, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dengan jumlah peserta 26 orang. Materi meliputi prinsip 5 Tepat dan pedoman DAGUSIBU. Hasil postes menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dibandingkan pretes. Peserta lebih mampu memahami cara menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan apoteker sebagai edukator dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2025