Bahasa Inggris di era globalisasi memiliki peran yang krusial karena menjadi media komunikasi antarnegara. Globalisasi menjadikan Bahasa Inggris sebagai standar global komunikasi atau lingua franca di semua sektor kehidupan, khususnya Pariwisata. Bahasa Inggris dibutuhkan untuk pengembangan dan pengelolaan pariwisata, seperti pemandu wisata dan promosi atau pemasaran. Oleh karena itu, para pelaku Pariwisata dituntut memiliki kecakapan berbahasa Inggris yang dibangun mulai dari pendidikan formal. Kampung Purba Dayu merupakan salah satu potensi wisata di Solo Raya karena menjadi lokasi penemuan artefak tertua di dunia dan terdapat Museum Manusia Purba. Akan tetapi, satuan pendidikan di wilayah tersebut belum sepenuhnya didukung keterampilan Bahasa Inggris, sebagai contoh di MI Sudirman. Mata Pelajaran Bahasa Inggris tidak diajarkan karena tidak ada dalam kurikulum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengajaran Bahasa Inggris kepada siswa-siswi di MI Sudirman Dayu. Metode pengajaran menggunakan Grammar Translation Method (GTM) dimana pengajar menggunakan bahasa Indonesia dalam proses pengajaran. Materi yang diajarkan berupa pengenalan kosa kata dasar sehari-hari kemudian diakhiri dengan evaluasi tertulis. Hasil evaluasi menunjukkan dari total 18 siswa, 13 siswa mendapat nilai sempurna. Tingkat presentase siswa yang mendapat nilai sempurna mencapai 72%. Dapat dikatakan bahwa pengajaran Bahasa Inggris dengan menerapkan Grammar Translation Method berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.
Copyrights © 2024