Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan kompetensi bahasa Inggris bagi pengelola Desa Wisata Jlegongnesia sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Sebagai destinasi wisata religi dan alam, Jlegongnesia memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara; namun, keterbatasan kemampuan bahasa Inggris para pelaku wisata masih menjadi kendala utama. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, dilakukan pelatihan bahasa Inggris kolaboratif oleh dosen Politeknik Indonusa Surakarta dan UPN Veteran Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan dokumentasi. Pelatihan dilakukan melalui model hybrid yang memadukan penyampaian materi secara daring mengenai urgensi bahasa Inggris dalam pengelolaan pariwisata, serta sesi luring yang menekankan latihan percakapan dasar, sapaan, penyambutan tamu, pemberian arah, dan ungkapan terima kasih. Pendekatan simulasi digunakan untuk mendorong partisipasi aktif dan melatih pelafalan. Kegiatan ini berhasil melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pengelola homestay, pemandu wisata, pelaku UMKM, dan anggota karang taruna. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan kepercayaan diri peserta dalam mempraktikkan ungkapan bahasa Inggris sederhana yang relevan dengan peran mereka di bidang pariwisata. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan praktik pariwisata berkelanjutan, serta perluasan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal