Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi keterampilan public speaking dalam aktivitas sosial-keagamaan remaja masjid, menganalisis keterkaitan antara intensitas latihan public speaking dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan masjid, serta menilai kepuasan peserta terhadap program pelatihan yang telah diikuti. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan data kualitatif melalui observasi dan wawancara. Sampel penelitian terdiri atas 20 remaja masjid Desa Sokkolia yang aktif mengikuti pelatihan public speaking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan public speaking telah diimplementasikan dalam berbagai bentuk, antara lain menjadi MC, pembawa kultum, dan moderator kegiatan masjid. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas latihan dengan frekuensi keterlibatan (r = 0,61; p < 0,05), yang berarti semakin sering latihan dilakukan, semakin tinggi pula keterlibatan remaja dalam kegiatan masjid. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap program pelatihan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 82.5%, terutama pada aspek metode pelatihan dan dukungan fasilitator. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan adanya program lanjutan berupa mentoring intensif serta integrasi keterampilan komunikasi dalam kegiatan keagamaan rutin remaja masjidKata kunci: public speaking, remaja masjid, pelatihan, kepuasan, keterlibatan sosial-keagamaan
Copyrights © 2025