Masyarakat suatu daerah kaya dengan keanekaragaman bahasa. Keanekaragaman bahasa dapat terancam punah karena perkembangan zaman modern. Padahal keanekaragaman bahasa dijadikan sebagai identitas bagi masyarakat suatu daerah. Menjaga kebertahanan bahasa yang disebabkan oleh adanya minat masyarakat untuk melestarikan ungkapan-ungkapan verbal yang berfungsi sebagai pemeliharaan keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta. Ungkapan verbal penting untuk dijaga keberadaannya di masyarakat karena memiliki bentuk, makna dan fungsi yang secara kognitif dan konseptual cukup potensial dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan alam dan lingkungan sosial. Hal tersebut menjadi urgensi pentingnya penggunaan perspektif ekolinguistik dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan perspektif ekolinguistik dalam menganalisis bahasa lokal masyakarakat Magelang. Alur penelitian yang digunakan berupa praobservasi, survey literatur, identifikasi permasalahan, melakukan tinjauan pustaka, pengumpulan data dan analisis. Metode penelitian yang digunakan berupa etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara. Teknik wawancara mendalam kepada informan terpilih dimaksudkan untuk mendapatkan data bentuk ragam bahasa lokal dan konsep pemaknaan serta strategi keberlanjutannya. Hasil penelitian menunjukkan fenomena bahasa lokal Magelang dikategorikan ekologi secara metaphor ditransfer oleh bahasa dalam lingkungan dimana bahasa tersebut dituturkan dan ekologi dipahami sebagai lingkungan biologis dimana bahasa memiliki peran penting secara sosial dalam lingkungan tersebut.
Copyrights © 2024