Berkembangnya teknologi di dunia otomotif yang sangat pesat, hal ini mendorong manusia mulai meninggalkan kendaraan bermotor yang masih menggunakan sistem karburator dan beralih menggunakan sistem EFI. Pada sistem EFI pada pabrik dinilai kurang menghasikan daya yang maksimal, maka dari itu perlu dilakukan re-mapping ECU pada kendaraan sistem EFI, agar mampu menaikan performa di banding setelan pabrik. Penggunaan busi yang tepat juga akan mempengaruhi performa yang dihasilkan oleh mesin kendaraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Torsi paling tinggi adalah pada penggunaan busi racing/iridium dengan mapping bahan bakar 5% sudut pengapian 2° dan limiter 11.000 rpm torsi naik 11% di 4.000 rpm dan 12% di 7.000 rpm; (2) Daya paling tinggi adalah pada saat mapping bahan bakar 5% sudut pengapian 2° dan limiter 11.000 rpm dan menggunakan busi racing daya naik 9% di 4.000 rpm dan 12% di 7.000 rpm; (3) Specific fuel consumption (SFC) terbaik pada saat penggunaan busi racing dan ECU standart mencapai penurunan sebesar 13% pada 4.000 rpm dan 12% di 7.000 rpm. Hasil SFC tersebut merupakan hasil paling baik daripada saat mapping yang lainnya; (4) Pada emisi gas buang tingkat CO menurun sangat drastis sebesar 59% pada ECU standart dan penggunaan busi racing, CO2 pada ECU mapping bahan bakar 3% sudut pengapian 1° limter 11.000 rpm, HC mengalami penurunan tertinggi sebesar 25% pada pengunaan busi racing pada ECU standart dan pada ECU mapping bahan bakar 3% sudut pengapian 1° limiter 11.000 rpm. O2 paling rendah dengan penurunan 3% pada penggunaan ECU standart dan pada penggunaan busi racing.
Copyrights © 2025