endidikan Indonesia tengah menghadapi tantangan kualitas, ditandai oleh rendahnya capaian literasi dan numerasi berdasarkan hasil PISA 2022. Sebagai bagian dari upaya transformasi, pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) menekankan pada pemahaman bermakna (meaningful learning), pembelajaran yang sadar (mindful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Guru Penggerak memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam praktik pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persepsi Guru Penggerak terhadap pendekatan deep learning dalam transformasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sejumlah Guru Penggerak di Kabupaten Tulungagung yang telah memiliki pengalaman dalam menerapkan pendekatan pembelajaran deep learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas Guru Penggerak memiliki pemahaman yang baik dan sikap positif terhadap deep learning. Mereka menilai pendekatan ini efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa, membangun koneksi antar konsep, serta memfasilitasi pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas, miskonsepsi terkait deep learning yang disamakan dengan kecerdasan buatan, serta kurangnya pelatihan intensif. Kesimpulannya, persepsi positif dari Guru Penggerak menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi pembelajaran abad 21. Dibutuhkan pelatihan berkelanjutan, pendampingan profesional, serta penguatan komunitas belajar untuk mendukung implementasi deep learning secara optimal di sekolah. Kata Kunci: Persepsi, Guru Penggerak, Deep Learning, Transformasi Pembelajaran.
Copyrights © 2025