Jenderal Sudirman adalah salah satu jalan di kawasan Kota Ambon dan merupakan jalur utama pintu masuk Kota Ambon yang berada pada area dengan aktivitas yang tinggi dengan kondisi banyaknya angkutan pribadi melebihi angkutan kota sehingga menjadi salah satu penyebab kemacetan pada jam puncak diikuti peningkatan jumlah angkutan pribadi yang tidak terkendali dan angkutan kota yang kurang baik dari segi kualitas pelayanan, sehingga angkutan kota mulai ditinggalkan dan beralih ke angkutan pribadi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, nilai persentase dari kriteria serta menentukan nilai probabilitas pemilihan moda angkutan kota dan angkutan pribadi pada ruas jalan Jenderal Sudirman. Pemilihan moda menjadi peran penting dalam perencanaan transportasi untuk mengidentifikasi sejauh mana masyarakat memilih moda transportasi, sehingga menggunakan beberapa metode dalam menganalisis yaitu analisis deskriptif berupa data nominal pada kuesioner, adapun data skala likert diolah menggunakan analisis regresi linear berganda dan model logiet biner. Hasil analisis menunjukkan faktor waktu, biaya, kenyamanan, dan keamanan berpengaruh secara signifikan yaitu nilai signifikansi <0,05 dan yang palingan dominan yaitu kenyamanan angkutan kota sebesar 0,380 dan angkutan pribadi 0,437, sedangkan alasan responden menggunakan angkutan kota adalah biaya sebesar 44% dan responden angkutan pribadi adalah kenyamanan sebesar 72%. Dalam probabilitas pemilihan moda peluang untuk memilih angkutan kota sebesar 47% dan untuk memilih angkutan pribadi sebesar 53%.
Copyrights © 2025