Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidikan holistik dalam pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menekankan integrasi akal, ruh, dan etika sebagai pilar utama dalam pembentukan manusia paripurna (insan kamil). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui analisis kritis terhadap karya-karya Al-Ghazali, khususnya Ihya’ Ulum al-Din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akal dipandang sebagai instrumen untuk memperoleh pengetahuan dan membedakan kebenaran dari kesalahan, namun ia tidak cukup bila tidak diarahkan oleh nilai-nilai ruhani. Dimensi ruh berfungsi sebagai penghubung manusia dengan Tuhan, sehingga ilmu tidak hanya bersifat kognitif tetapi memiliki makna transendental. Sementara itu, etika merupakan tujuan akhir pendidikan, yaitu terwujudnya ilmu dalam perilaku dan akhlak mulia. Ketiga aspek tersebut saling berkelindan membentuk proses pendidikan yang utuh dan seimbang. Penelitian ini menegaskan bahwa gagasan Al-Ghazali relevan dengan tantangan pendidikan modern, terutama dalam menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kematangan moral. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan individu berprestasi akademik, tetapi juga pribadi yang beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi dirinya, masyarakat, serta Tuhannya.
Copyrights © 2025