Penelitian ini menjelaskan tingkat motivasi petani sawit mandiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi petani sawit mandiri dan merumuskan strategi peningkatan motivasi petani sawit mandiri dalam implementasi Kebijakan Pengelolaan Kawasan Budidaya Khusus (KBK). Dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan menggunakan metode survei yang bersifat eksplanasi, analisis data dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan program SmartPls 3.0. Peneliti menemukan: 1) tingkat motivasi petani sawit mandiri dalam implementasi Kebijakan Pengelolaan Kawasan Budidaya Khusus sudah menuju baik, sehingga pemanfaatan lahan di kawasan budidaya khusus untuk budidaya kelapa sawit berkelanjutan di lokasi penelitian berproses memberikan manfaat yang optimal; 2) tingkat motivasi petani dipengaruhi secara langsung oleh persepsi dan kapasitas petani serta dipengaruhi secara tidak langsung oleh faktor karakteristik petani, dukungan pihak luar, peran penyuluh dan peran kelompok tani dan 3) usaha peningkatan motivasi petani dapat dilakukan dengan melakukan peningkatan kapasitas dan penguatan persepsi petani terhadap praktek budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Dinas Pertanian , Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapanuli Selatan disarankan mengintegrasikan Kebijakan Pengelolaan Kawasan Budidaya Khusus kedalam rencana kerja instansi dan memfasilitasi: a) Sekolah Lapang yang terjadwal; b) pembangunan demplot dengan paket teknologi Kelapa Sawit Berkelanjutan dan c) pelaksanaan studi banding untuk petani sawit mandiri.
Copyrights © 2024