Mini Air Cooled Chiller merupakan hasil modifikasi outdoor unit AC Split yang dikombinasikan dengan evaporator berupa shell and helic coil yang digunakan untuk menurunkan refrigeran sekunder yang dapat diganti dengan campuran air dan ethylene glycol. Perbedaan karakteristik air dan ethylene glycol akan mempengaruhi performa dari sistem. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perfoma sistem berdasarkan variasi campuran air dan ethylene glycol dengan rasio 90%:10%, 80%:20%, dan 70%:30% pada sistem mini air cooled chiller dengan R22. Pengambilan data dilakukan setiap 5 menit selama 180 menit dan ketika sistem mengalami cut in – cut off. Hasil pengujian diperoleh chilling time tercepat ketika menggunakan variasi campuran 70%:30% selama 43 menit dan terlama pada variasi 90%:10% selama 46 menit. Performa sistem yang dihasilkan berupa COPa, COPC, dan efisiensi sistem tertinggi pada varasi 80%:20% yaitu 3,88, 5,08, dan 76,26%. Selain itu, kapasitas pendinginan heat exchanger tertinggi pada variasi 80%:20% sebesar 1,1498 kW dengan konsumsi energi listrik terendah pada variasi 80%:20% sebesar 0,0898 kWh.
Copyrights © 2025