Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung transformasi digital Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Meskipun program KB telah menunjukkan hasil positif dalam menurunkan angka kelahiran, masih terdapat tantangan besar seperti rendahnya personalisasi layanan, keterbatasan tenaga penyuluh, serta ketimpangan akses terhadap informasi dan teknologi, khususnya di wilayah 3T. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kebijakan delapan langkah Bardach dan Health Technology Assessment (HTA) untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi, serta risiko pemanfaatan AI. Hasil menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan literasi KB, mendukung distribusi kontrasepsi, serta memberikan layanan berbasis data yang lebih personal dan adaptif. Namun, terdapat risiko signifikan seperti bias algoritma, ancaman terhadap privasi data reproduksi, kesenjangan digital, serta kesiapan SDM. Studi ini merekomendasikan integrasi AI secara bertahap melalui pelatihan SDM, penguatan regulasi data, serta uji coba di daerah prioritas. Pemanfaatan AI dinilai dapat memperkuat efektivitas dan jangkauan layanan KB secara nasional.
Copyrights © 2025