Penelitian ini memperkenalkan dan menganalisis secara mendalam model ‘Mission-Driven, Unique, & Impactful’ sebagai kerangka kerja strategis Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang dirancang khusus untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Model korporat konvensional terbukti tidak relevan dalam menghadapi tantangan khas sektor nirlaba, seperti keterbatasan anggaran, ketergantungan tinggi pada relawan, dan keharusan mempertahankan komitmen intrinsik staf. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi ketiga pilar model ini dalam praktik sehari-hari di lembaga nirlaba. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel, data digali melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen di tiga lembaga berbeda. Temuan empiris secara konklusif menegaskan validitas model. Pilar ‘Mission-Driven’ dioperasionalkan melalui rekrutmen berbasis kesesuaian nilai (value-fit) dan internalisasi misi dalam budaya organisasi, yang menjadi sumber resiliensi staf. Pilar ‘Unique’ diimplementasikan melalui pengelolaan relawan yang strategis (VRM) dan pendekatan kompensasi total yang menyeimbangkan reward non-moneter dengan sumber daya terbatas. Sementara itu, pilar ‘Impactful’ mendorong pergeseran manajemen kinerja dari indikator aktivitas ke hasil terukur (outcome-based) untuk memastikan akuntabilitas dampak sosial. Meskipun demikian, penelitian ini mengidentifikasi ketegangan inheren, seperti risiko homogenitas budaya dan dilema antara insentif non-finansial dengan kebutuhan ekonomi staf. Implikasinya, efektivitas model ini terletak pada kemampuan organisasi untuk menyeimbangkan dan beradaptasi secara kontekstual terhadap ketiga pilar tersebut, menjadikannya panduan strategis yang fleksibel bagi sektor nirlaba.
Copyrights © 2025