Penerapan Merdeka Belajar di sekolah dasar sering kali dihadapkan pada masalah kurangnya pemahaman tentang bagaimana mengintegrasikan fleksibilitas pembelajaran dengan pendekatan pendidikan yang lebih humanistik, yang menekankan pengembangan potensi siswa secara holistik. Penelitian ini mengeksplorasi konsep Merdeka Belajar dalam perspektif pendidikan humanistik di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana fleksibilitas yang ditawarkan oleh Merdeka Belajar dapat diintegrasikan dengan pendekatan pendidikan humanistik yang berfokus pada pengembangan potensi individu secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka, dengan analisis terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merdeka Belajar memberikan fleksibilitas kepada guru dan siswa melalui penyesuaian kurikulum, kebebasan belajar, dan penilaian berbasis proses, yang sejalan dengan prinsip pendidikan humanistik dalam mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan sosial siswa. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan kompetensi guru dan kurangnya infrastruktur yang memadai untuk menerapkan pendekatan humanistik secara efektif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan intensif bagi guru, revisi kebijakan yang menekankan pendekatan humanistik, serta kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk meningkatkan implementasi Merdeka Belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pendidikan yang lebih inklusif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2025